Struktur Acara Majlis Ilmu Maiyah

Posted by Progress3 February 2010 in Blog | 3 Comments

Berikut adalah kesepakatan yang dicapai oleh perwakilan Jamaah Maiyah pada Pertemuan Pematangan Hasil Kesepakatan Haflfah Maiyah 2009 dan Pematangan Panduan Acara Rutin Majlis Ilmu Maiyah pada 28 Januari 2010 di Kadipiro.

Struktur acara rutin majelis ilmu Padhangmbulam Jombang, Bangbang Wetan Surabaya, Obor Ilahi Malang, Kenduri Cinta Jakarta, Mocopat Syafaat Yogyakarta, dan Gambang Syafaat Semarang adalah sebagai berikut:

  1. Acara dimulai dengan Tadarrus AlQuran. (Mulai Padhangmbulan 30 Januari 2010 tadarus dimulai dari awal yaitu juz 1 oleh JM PMb, sampai juz berapa PMb berheti kemudian akan disambung JM BBW pada acara BBW, kemudian disambung JM Obor Ilahi pada acara Obor Ilahi, disambung lagi JM KC pada acara Kenduri Cinta, diteruskan lagi oleh JM Mocopat Syafaat pada acara Mocopat Syafaat, dan disambung JM Gambang Syafaat pada acara Gambang Syafaar, dan balik lagi ke Padhangmbulan, dan seterusnya).
  2. Wirid dan shalawat Maiyah. Yang disepakati dalam pertemua ini adalah aransemen baru KiaiKanjeng: Hasbunallah, Robbi ya Robbi, Subhanallah, dan Liannahum.
  3. Pendalaman buku Tafsir Cak Fuad “Maiyah di dalam AlQuran”. Mulai Padhangmbulan 30 Januari 2010 dan berujung pada Gambang Syafaat, teman-teman JM akan mendalami topik Pola Hubungan Maiyah sub topik a. Maiyah Allah Swt dengan Para Hamba (hlm. 18). Sesudah Gambang Syafaat mendapat giliran, maka setelah itu Padhangmbulan akan memasuki sub topik baru.
    Metode tafsirnya, salah satunya, adalah sebagaimana diterangkan Mas Toto Rahardjo. (baca Daur Tafsir Kontekstual). Prinsipnya, tafsir mengedepankan keterkaitan langsung dan konkret antara ayat dan pengalaman hidup JM. Ada proses afirmasi dan konfirmasi atau sebaliknya.
  4. Dialog dll. Menu 1,2, dan 3 bisa disebut menu wajib. Sedang pada urutan yang keempat ini bisa muncul dialog-dialog, penampilan-penampilan, dan kemungkinan-kemungkinan lain.

Tiny Url for this post: http://tinyurl.com/yjnpoc9

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Comments

  1. miftah  on 3 February 2010

    Haflah Ma’iyah…? baru tahu aku ( telat info dan apa ada acara seremoninya…).
    Maju terus dan semoga, pastinya Gusti paring ridho untuk kita semua yang bersama dalam kebaikan (Majlis Ilmu Maiyah)

    Reply

  2. Ridho  on 6 February 2010

    Srry y,aq usul doank ni, klu struktur kayak gt dtrusin kn MAIYAH kita udh kurang mnjdi RAHMATAN LIL ‘ALAMIN ! itu kn “Islam” oriented ! usul ku tetaplah Maiyah itu diisi dgn pluralisme khangatan & Universal ! OK !

    Reply

  3. eka  on 10 February 2010

    saya sangat setuju sekali kalo maiyah diisi tadarrus dan shalawat (sing takon pendapatku yo sopooo… hehe)

    akan tetapi, semoga itu tidak membuat hadirin yang “bukan” atau “masih belum” muslim jadi pada lari ketakutan dan kemudian jadi kapok ikut maiyahan..
    (tapi pancen ngetutke karepe wong akeh ki rodo angel.. muga2 wae kabeh iki cocok karo karepe Gusti..)

    Reply

Leave a Reply