|
SMS-CN-01
Pertanyaan: "Kemanakah arah pencapaian semua ini cak... Nyuwun sasmithane. Nuwun."
CN menjawab: "Terus saja tangan bekerja keras, hati menyerah ikhlas kepada Yang Empunya Saham".
SMS-CN-02
"Yen Allah nyauri bebecik lan tirakatmu ora nang kowe yo nang anak2mu matumpuk-tumpuk". (Kalau Allah membayar hutang atas kebaikan dan keprihatinanmu tidak kepadamu, Insya Allah anak-anakmu kelak yang akan menerima anugerah itu bertumpuk-tumpuk".
SMS-CN-01
Pertanyaan: "Kemanakah arah pencapaian semua ini cak... Nyuwun sasmithane. Nuwun."
CN menjawab: "Terus saja tangan bekerja keras, hati menyerah ikhlas kepada Yang Empunya Saham".
SMS-CN-02
"Yen Allah nyauri bebecik lan tirakatmu ora nang kowe yo nang anak2mu matumpuk-tumpuk". (Kalau Allah membayar hutang atas kebaikan dan keprihatinanmu tidak kepadamu, Insya Allah anak-anakmu kelak yang akan menerima anugerah itu bertumpuk-tumpuk".
SMS-CN-03
"Opo ae sing nyenengke dadi winih nggo anak, opo ae sing nelangsakke dadi tirakat nggo anak". (Apa saja yang menyenangkan hatimu jadikan benih tanaman kebaikan bagi anakmu, apa saja yang menyengsarakan hatimu segera niatilah menabung ongkos bagi keselamatan dan kesejahteraan anakmu".
SMS-CN-04
"Matur nuwun lan syukur dumateng Gusti Allah poro kaluwargo maiyah kerso nutu pari maiyah sahenggo dadi beras ilmu maiyah lan ngliwet masak gawe sego berkah maiyah, lawuh rejeki maiyah lan sambel anget tentreming ati maiyah". (Terima kasih dan syukur kepada Allah para kerabat keluarga maiyah berkenan menumbuk padi maiyah sehingga menjadi beras ilmu maiyah, dimasak menjadi nasi barokah maiyah, lauk pauk rejeki maiyah, serta sambal kehangatan dan ketenteramam hati maiyah".
SMS-CN-05
"Kalau memasuki wirid surah Al-Ikhlas dan menciptakan atmosfir diri ikhlas, harus siap menanggung beratnya ujian. Iblis bersumpah tidak akan menyentuh orang ikhlas dan membiarkannya merdeka bercinta dengan Allah, sudah pasti itu bukan pekerjaan remeh ringan murah harga nilai dan tanggungannya".
SMS-CN-06
Tanya: "Assalamu'alaikum cak, aku dipenjara oleh kesumpegan hidup".
Jawab: "Perih, nelongso, ndunyo dadi ampang, urip sepo. Perih, nelangsa, dunia jadi ampang, hidup terasa hambar. Allah berkata: pindahlah ke tempat lain yang segar, manis dan menyenangkan hatimu. Hamba menjawab: tak ada lagi yang seperti itu ya Allah, kecuali di halaman rumah ampunan dan pertolonganMu."
SMS-CN-07
"Rekayasa penyebaran virus sangat logis dan effektif untuk dijadikan perangkat imperialisme atau intervensi kapitalisme. Pertahanan nasionalisme bangsa, negara dan pemerintah kita sudah tidak bisa konvensional lagi, karena tantangan strategisnya sudah merasuk sampai ke darah, iman dan akal".
SMS-CN-08
Tanya: "Yai jane sing lepat niku sinten to? Muhaimin nopo Gusdur?" (Yang salah itu siapa to? Gusdur atau Muhaimin?)
Jawab: "Ada yg salah akhlak dan syukur, lainnya salah dalam konteks demokrasi dan aturan. Kalau yg nanya beliau berdua maka solusinya transparan dan tidak melalui SMS".
SMS-CN-09
"Kelihatannya Ahmadiyah sanggup menghadapi tantangannya sendiri. Ibarat dokter saya tidak bisa bersikap bak pahlawan dengan mengobati setiap orang yang sakit, apalagi kalau yg bersangkutan tidak meminta atau mengizinkan saya untuk mengobatinya. Kecuali saya Kepala RS atau dokter resmi yang punya wewenang untuk menginisiatifi pengobatan atas orang sakit."
SMS-CN-10
Tanya: "Ummat ahl sunnah di negeri ini tampaknya sedang sakit, org2 lemah spt Ahmadiyyah diacungi pedang. Padahal org2 kaya yg membiarkan kemiskinan tetap langgeng seharusnya diacungi pedang spt yg dianjurkan Abu Dzar."
Jawab: "Fi qulubihim marodlun fazadahumullohu marodlo". (Di dalam hati mereka ada penyakit dan Allah menambahi penyakit itu). Kata mas Tanto Mendut: yang satu sesat teologis, lainnya sesat sosial.
|