Edisi Dua PDF Print E-mail
Ditulis oleh Emha Ainun Nadjib | Selasa, 06 Januari 2009 20:22 di Emha | SMS

SMS-CN-11:

"Wah org2 paguyuban pasar se jatim daftarkan sy ke kpu jadi cagub. Gak bilang saya blas sblmnya. Jam 21 ini diajak dialog di tvone. Guyon cik nemen e kwn2 kita".

CN: "Yang nggiring bola bukan hanya kaki para manusia pemain bola, tapi juga Maula Jabarala, Makahala, Hasarapala, Hajarala bekerjasama secara sandhiyudha dengan Smarabhama. Gempa, tsunami, longsor, letusan gunung dll sesekali dipahami dalam frame itu, sebab alam bukan hanya pasif tapi juga bukan satu2nya makhluk selain manusia".

SMS-CN-12:

"Memang Cikeas, bbrp Menteri dan Panitia Harkitnas pusat tidak kenal wacana apapun kecuali 'merekrut' mereka: kaum muda yg bertekad meneguhkan kebangkitan generasi muda mandiri itu. Bisa dipahami knp tak pernah lahir manusia baru Indonesia, setiap yg tumbuh selalu diletakkan sebagai ekor dari generasi sebelumnya.

Sebenarnya eksekusi movement mereka bisa dengan mudah dilaksanakan andaikan mereka mau jadi 'boneka industri', karena ratusan perusahaan siap mensponsori metrka. Tapi jadi batal 'dzat'nya, pilihan watak kemandirian hidupnya.

Tapi saya percaya itu tak akan lantas kalah oleh tantangan dan halangan, mereka tak akan menjebak diri menjadi benih2 murni nasionalisme yang balik ke mainstream untuk hanya menjadi penempuh2 karier pribadi yg egosentris dan primordial. Thanks dan salam."

SMS-CN-13:
"Dari Darul Arqam; Semoga hari ini bahagia menyelimuti hati kita dgn melihat ke bawah d bidang harta pgkt dn darjat. Berapa banyak org yg tak dapat capai seperti yg kita dapat. Di bidang amal soleh kita lihat org d atas kita. Alangkah mulianya mereka d sisi Allah kerana telah terlalu banyak buat amal soleh berbanding dgn kita."

CN: "Shadaqta wa barokta".

SMS-CN-14:
"Ibumu terbaring di RS, kau minta aku mensupport dengan doa, berikutnya kau bertanya apa doa ada manfaatnya: toh Allah sudah memiliki keputusan tentang hidup mati hamba2Nya. Baiklah, duduklah di sisi ranjang Ibumu, pegang tangan beliau, tataplah wajahnya dan jangan berdoa".

SMS-CN-15:
"Cak, nuwun pandonganipun kagem tiang sepah kulo K bin K sing tasih gerah enten RS.Lmgn" CN: "Amin amin amin ya Rohimal-mustaaqiin. Terjadilah terwujudlah terkabullah atas perkenan Maha Penyayang hamba-hamba yang berpengharapan".

SMS-CN-16:
"Bunuhlah saya kalau CN bertanya balik ke saya karena tidak tahu apa yang saya maksudkan, CN adalah 'kksh' yang ndelik".

CN: "Allah Maha Penagih hutang dan Maha Pelipat pembayaran hutang

SMS-CN-17:
"Keywords: 'reinterpretation of independent, strong leadership, and strong local character'. Neo colon itu dominasi sistem ek liberal yg mengglobal. Mung iso dilawan dng kebangkitan neo berdikari dan kenekadan nasional yg terukur."

CN: "Putus asa adalah tamu yang cukup sering datang mengetuk pintu rumah saya, khususnya setiap kali saya menatap wajah bangsa Indonesia. Tapi SMS Anda membuat tamu2 putus asa tetap saya hormati karena bagian dari gelombang ciptaan Allah, tetapi tidak pernah saya setujui pendapatnya, apalagi saya turuti sarannya".