|
SMS-CN-16:
"Apakah benar simbol setan? Apakah betul hati itu simbul "ka'bah" dimana ka'bah di zaman jahiliyah penuh dgn berhala trus digantoli dan di rubuhkan oleh rosululloh dengan tongkatnya? Mhn jawaban agar saya lebih sreg!"
Cak Nun: "Itu tafsir, hak setiap orang mencoba memahami apa saja dari langit hingga kerbau, kemudian mengidentifikasi pemetaan nilai-nilai agar hidupnya lebih baik dan tenang. Ayam dan tafsir tentang ayam posisinya tidak sama. Patokan kebenarannya ada pada ayam, tafsirnya adalah cara orang menangkap ayam. Benar dan baik-baik saja asal jujur untuk tauhid ilallah".
SMS-CN-17:
"Ass. Wr. Wb. Cak aku pernah mimpi ketemu cak nun, kita berpelukan dan bersalaman seperti pertemuan saudara lama yg hilang. Kemudian cak nun memperkenalkan namanya 'emha qununa khidlir'. Apa takwilnya cak. Wass. wr. wb"
Cak Nun: "Mimpi itu salah satu kemungkinannya adalah modulasi atau titik-titik temu lalulintas informasi yang terekam oleh sistem memori otak kita. Meskipun bisa juga Allah menyuruh Malaikat-Nya menaburkan hidayah, fadhilah atau apapun nama dan kadarnya ke dalam lubuk kesadaran manusia.
Maka kita suka GR oleh mimpi dan selalu menghubungkan kata mimpi dengam takwil. Sebenarnya mimpi Anda sangat jelas asal dihadapi dengan niat ta'lim atau pembelajaran. Sistem assosiasi Anda sendiri yang mengkaitkan Khidlir dengan saya. Jelas Anda dibukakan pintu ta'lim tentang cakrawala ilmu beliau, insyaallah itu yang Anda perlukan untuk mengatasi sejumlah beban yg sedang Anda alami".
SMS-CN-18:
"Salah satu taruhannya adalah nyawa kalau kita serius menyebarkan kebenaran. Jujur saya sendiri kadang takut (up and down) kalau ingat siapa saya, saya takut kalau ingat Alloh saya berani. Kalau saya ingat keberanian saya waktu sebarkan kebenaran saya sendiri heran. Tulus saya katakan saya amat sangat mencintai Alloh yg sempat sempatnya melihat saya 'Satpam' dan memberi hidayah terima kasih ya Alloh , terima kasih Bapak."
Cak Nun: "Selamat atas anugerah kenikmatan sejati yg tak sumbut digantikan oleh seluruh isi dunia. Satpam itu penegak keamanan: bahasa Arabnya mu'min/mukmin. Para kekasih Allah menyanyikan cintanya kpdNya dengan nyelip ajur ajer di tengah wong cilik".
SMS-CN-19:
"....ning ki kabeh rak tirakate wong milih mandiri, komponen-komponen kegelapan hari-hari ini mesti dadi bahan cahaya sesudahnya. Terus melangkah sambil mengamati ke mana bola digulirkan oleh petugas-petugasNya, teknis dan biaya boleh sederhana, asal murni mandiri dan revolusioner paradigma nilainya".
SMS-CN-20:
"Apa maknanya saya bermimpi melihat Caknun menangis di pangkuan Ibunda Cammana.... Apa yang CN tangiskan?"
Cak Nun: "Sejak dahulu kala setiap malam saya menangis panjang dan mendalam di pangkuan Ibu Chalimah dan terkadang di pangkuan Bunda Cammana. Menangisi apa? Kau kehilangan sejuta kilometer pengalaman kalau wilayah-wilayah itu kukuakkan"
SMS-CN-21:
"Ass. Cak nun.. saya sekarang bekerja di perusahaan dengan skala kecil, posisi saat ini sebagai direktur, dengan gaji dibawah 2 juta. Saya mendapat tawaran di perusahan financing (penyaluran kredit) yang akan dproyeksikn diluar jawa. Gaji yang akan saya terima 2x lipat dari saat ini dan prospek jangka panjang lebih bisa diharapkan. Yang jadi ragu-ragu adalah bagaimana dari sudut pandang agama jika bekerja diperusahaan penyaluran kredit dengan sistem bunga?? Maturnuwun buat penjelasannya."
Cak Nun:
"Nilai hidup tidak dibedakan berdasar perbedaan identitas, tempat tinggal atau tempat bekerja. Melainkan berdasar niat dasar dan titik tuju pelakunya: berkiblat pada perolehan materi atau nilai yang lebih tinggi: misalnya kemuliaan di hadapan Tuhan - puncak perjuangan tanggung jawab kehidupan kita. Di setiap wilayah kerja diukur potensialitasnya seberapa tingkat kemuliaan yg mungkin diperjuangkan."
SMS-CN-22:
"Di manakah bisa kutemui jiwa-jiwa pejuang untuk berkoloni melakukan perubahan menuju Indonesia lebih baik? Jiwaku resah dicekam sunyi ditengah kemegahan kota yg sombong. Balikpapan."
Cak Nun: "Di dalam dirimu".
SMS-CN-23:
"Ass wr wb, pandangan Guru saya: tak ada orang lagi yang bisa persatukan Ummat Islam...."
Cak Nun: "Innamal mu'minuna ikhwah.... Entah kenapa yang Allah sebut dan niscayakan saling bersaudarara adalah orang-orang mukmin. Tidak disebut orang-orang muslim.
SMS-CN-24:
"Cak salam maiyah, nyuwun ademe pikir, mohon taburan penenteram hati, negara tambah panas gini...."
Cak Nun: Ibrahim gak kobong, mergo bergaule karo poro Betoro: pas diobong ditekani Jibril Mikail Isrofil.. Ojo kakehan jasad-jasad wadag-wadag (Ibrahim AS tidak terbakar api karena habitatnya adalah para Spiritualis, ketika diikat dan dibakar: beliau Jibril Mikail Isrofil menemani dan menawarkan pertolongan. Kurangi yang jasad-jasad dan wadag-wadag).
|