SMS Cak Nun Edisi Tiga

Posted by Redaksi13 May 2008 in Kolom Emha | 6 Comments

SMS-CN-16:
“Apakah benar simbol setan? Apakah betul hati itu simbul “ka’bah” dimana ka’bah di zaman jahiliyah penuh dgn berhala trus digantoli dan di rubuhkan oleh rosululloh dengan tongkatnya? Mhn jawaban agar saya lebih sreg!”

Cak Nun: “Itu tafsir, hak setiap orang mencoba memahami apa saja dari langit hingga kerbau, kemudian mengidentifikasi pemetaan nilai-nilai agar hidupnya lebih baik dan tenang. Ayam dan tafsir tentang ayam posisinya tidak sama. Patokan kebenarannya ada pada ayam, tafsirnya adalah cara orang menangkap ayam. Benar dan baik-baik saja asal jujur untuk tauhid ilallah”.

SMS-CN-17:
“Ass. Wr. Wb. Cak aku pernah mimpi ketemu cak nun, kita berpelukan dan bersalaman seperti pertemuan saudara lama yg hilang. Kemudian cak nun memperkenalkan namanya ‘emha qununa khidlir’. Apa takwilnya cak. Wass. wr. wb”

Cak Nun: “Mimpi itu salah satu kemungkinannya adalah modulasi atau titik-titik temu lalulintas informasi yang terekam oleh sistem memori otak kita. Meskipun bisa juga Allah menyuruh Malaikat-Nya menaburkan hidayah, fadhilah atau apapun nama dan kadarnya ke dalam lubuk kesadaran manusia.

Maka kita suka GR oleh mimpi dan selalu menghubungkan kata mimpi dengam takwil. Sebenarnya mimpi Anda sangat jelas asal dihadapi dengan niat ta’lim atau pembelajaran. Sistem assosiasi Anda sendiri yang mengkaitkan Khidlir dengan saya. Jelas Anda dibukakan pintu ta’lim tentang cakrawala ilmu beliau, insyaallah itu yang Anda perlukan untuk mengatasi sejumlah beban yg sedang Anda alami”.

SMS-CN-18:
“Salah satu taruhannya adalah nyawa kalau kita serius menyebarkan kebenaran. Jujur saya sendiri kadang takut (up and down) kalau ingat siapa saya, saya takut kalau ingat Alloh saya berani. Kalau saya ingat keberanian saya waktu sebarkan kebenaran saya sendiri heran. Tulus saya katakan saya amat sangat mencintai Alloh yg sempat sempatnya melihat saya ‘Satpam’ dan memberi hidayah terima kasih ya Alloh , terima kasih Bapak.”

Cak Nun: “Selamat atas anugerah kenikmatan sejati yg tak sumbut digantikan oleh seluruh isi dunia. Satpam itu penegak keamanan: bahasa Arabnya mu’min/mukmin. Para kekasih Allah menyanyikan cintanya kpdNya dengan nyelip ajur ajer di tengah wong cilik”.

SMS-CN-19:
….ning ki kabeh rak tirakate wong milih mandiri, komponen-komponen kegelapan hari-hari ini mesti dadi bahan cahaya sesudahnya. Terus melangkah sambil mengamati ke mana bola digulirkan oleh petugas-petugasNya, teknis dan biaya boleh sederhana, asal murni mandiri dan revolusioner paradigma nilainya”.

SMS-CN-20:
“Apa maknanya saya bermimpi melihat Caknun menangis di pangkuan Ibunda Cammana…. Apa yang CN tangiskan?”

Cak Nun: “Sejak dahulu kala setiap malam saya menangis panjang dan mendalam di pangkuan Ibu Chalimah dan terkadang di pangkuan Bunda Cammana. Menangisi apa? Kau kehilangan sejuta kilometer pengalaman kalau wilayah-wilayah itu kukuakkan”

SMS-CN-21:
“Ass. Cak nun.. saya sekarang bekerja di perusahaan dengan skala kecil, posisi saat ini sebagai direktur, dengan gaji dibawah 2 juta. Saya mendapat tawaran di perusahan financing (penyaluran kredit) yang akan dproyeksikn diluar jawa. Gaji yang akan saya terima 2x lipat dari saat ini dan prospek jangka panjang lebih bisa diharapkan. Yang jadi ragu-ragu adalah bagaimana dari sudut pandang agama jika bekerja diperusahaan penyaluran kredit dengan sistem bunga?? Maturnuwun buat penjelasannya.”

Cak Nun:
“Nilai hidup tidak dibedakan berdasar perbedaan identitas, tempat tinggal atau tempat bekerja. Melainkan berdasar niat dasar dan titik tuju pelakunya: berkiblat pada perolehan materi atau nilai yang lebih tinggi: misalnya kemuliaan di hadapan Tuhan – puncak perjuangan tanggung jawab kehidupan kita. Di setiap wilayah kerja diukur potensialitasnya seberapa tingkat kemuliaan yg mungkin diperjuangkan.”

SMS-CN-22:
“Di manakah bisa kutemui jiwa-jiwa pejuang untuk berkoloni melakukan perubahan menuju Indonesia lebih baik? Jiwaku resah dicekam sunyi ditengah kemegahan kota yg sombong. Balikpapan.”

Cak Nun: “Di dalam dirimu”.

SMS-CN-23:
“Ass wr wb,  pandangan Guru saya: tak ada orang lagi yang bisa persatukan Ummat Islam….”

Cak Nun: “Innamal mu’minuna ikhwah…. Entah kenapa yang Allah sebut dan niscayakan saling bersaudarara adalah orang-orang mukmin. Tidak disebut orang-orang muslim.

SMS-CN-24:
“Cak salam maiyah, nyuwun ademe pikir, mohon taburan penenteram hati, negara tambah panas gini….”

Cak Nun: Ibrahim gak kobong, mergo bergaule karo poro Betoro: pas diobong ditekani Jibril Mikail Isrofil.. Ojo kakehan jasad-jasad wadag-wadag (Ibrahim AS tidak terbakar api karena habitatnya adalah para Spiritualis, ketika diikat dan dibakar: beliau Jibril Mikail Isrofil menemani dan menawarkan pertolongan. Kurangi yang jasad-jasad dan wadag-wadag).

Tiny Url for this post: http://tinyurl.com/lluvdn

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Comments

  1. robin  on 12 July 2009

    salam mualaikum ww.
    mas emha saya lama mencari email mas tapi baru kali ini saya temui,mulai saya tau apa yagn saya lakukan dan apa yang saya katakan dan tak dapat untuk di katakan lagi bagaimana caranya dapat berbicara dengan mas emha,tapi semuanya itu sudah diatur oleh Allah dan saya percaya itu,bahkan saya yakin bahwa surat saya ini dapat membuat kita selalu berkomunikasi tentang hal yang baik yang saya ketahui,sehingga kita bisa saling mengisi diantara kita dan kita juga dapat belajar dengan baik seperti yang diajarkan oleh Allah ketika kita dapat memahami Allah dengan baik…!
    Mas emha..saya suka dengan apa yang mas lakukan selama ini kata-kata yang mas uraikan cukup baik tapi saya lebih suka lagi kalau mas dapat menceritakan kepada saya perihal bagaimana caranya kita dapat memahami Allah dengan baik sehingga kita bisa mengetahui segala sesuatu yang di sampaikan Allah kepada kita dan kita juga tau apa yang akan kita katakan kepada orang lain sehingga kita tau bahwa apa yang kita sampaikan itu baik menurut Allah…!
    Mas emha apa yang terjadi sekarang ini bukan lah hal yang biasa dan saya juga tau akan hal itu tetapi saya mau mas bisa menjelaskan kepada saya apa sebabnya hal itu terjadi dan apa pula sebabnya kejadian itu terjadi…?saya mau mas bisa menjelaskan kepada saya dengan cara yang baik seperti orang yagn memahami ALLAH…
    sekian dulu ya mas atas waktu dan jawabanya saya ucapkan terimakasih

    assalww

    robin

    Reply

  2. wong ndeso  on 8 September 2009

    assalamuallaikum
    cak yok opo kabare saya jarang membaca pemikiran cak nun karena saya kadang gak begitu mengerti apa yang diungkapkan mungkin level pemikiran saya masih rendah tapi saya sangat respek dengan cak nun yang memberi pencerahan dengan pendekatan lain.
    ada satu hal yang sangat saya sayangkan dari habit cak nun smoga ini sebagai kritik yang membangun. apa itu MEROKOK DI TEMPAT UMUM bukan di smoking area ,ini saya lihat di acara Lapindo di tv anda berada di panggung utama beserta beberapa orang tokoh besar jatim dan korban lapindo saya melihat begitu nikmatnya anda dengan rokok anda sementara asap rokok dihembuskan begitu saja dan saya sangat yakin cak nun tidak pernah meminta ijin kepada orang disekitar anda misalnya bolehkah saya merokok ? dan jawaban dari orang sekitar akan berkata monggo jika cak nun minta ijin ya biasalah basa basi tapi siapa tahu disekitar anda ada orang yang alergi atau sedang kurang sehat menahan marah yang amat dalam ‘yok opo sih wong iki kok mbuleki aku tok ngalih sing adoh pokko ‘ dll. saya juga sangat yakin dirumah anda meracuni istri dan anak anda dengan gas buang rokok yang sangat tidak berguna cobalah cak nun berlomba dengan saya aku dulu perokok tapi saya sadar betapa sangat egoisnya kita kepada alam sekitar kita pada orang orang sekitar kita, bukannya kita give O2 murni tapi CO dan berpuluh zat zat yang meracuni tubuh orang lain saya kira anda lebih baik memberikan uang untuk rokok anda pada orang yang membutuhkan dan bukan hanya dinikmati sendiri dan merugikan orang lain. Cobalah hitung berapa orang disekitar cak nun yang telah anda beri asap rokok paru parunya secara sengaja maupun tidaksengaja dan pernahkan cak nun menyembuhkan atau mereduksi asap rokok yang telah cak nun semburkan kepada mereka atau setidaknya anda meminta maaf kepada mereka satu persatu, mungkin nggak ya? gitu cak nun smoga pencerahan yang anda berikan tak direduksi oleh efek rokok yang anda hembuskan tanpa anda kontrol kemana arahnya

    wassalam

    wong ndeso

    Reply

    • Vandals  on 8 September 2009

      Orang yang merokok menandakan dirinya sehat wal afiat.

      Nek sampeyan sepet ndelok arek udad udud, gak usah repot. Gak usah melok po’o teko lak yo penak. Nak ndelok tipi yo cepeto pindah channel ae ben gak eruh iku kebule rokok.

      Ngono ae kok repot sampeyan….

      Reply

  3. Bambang Sugiharto  on 10 September 2009

    Kita sering terlalu sibuk memberi predikat diri kita. Padahal predikat itu adalah hal-hal yang sudah kita lakukan dengan otomatis alias tulus ikhlas. Ya Allah, jangan jadikan diri ini menyibukkan diri terhadap hal-hal yang tak perlu….

    Reply

  4. ian  on 29 September 2009

    Assalamualaikum
    cak saya sering ikut nimrung jamaah maiah…tapi blakangan ini tidak pernah hadir lagi karna tugas kerja di luar kota ( banten)

    Cak saya pingin tahu
    sebenar benarnya syahadat.
    sebenar-benarnya diri.
    dan apa itu syariat
    saya rindu akan mahabbah setiap saat
    Terimakasih

    Reply

  5. malla  on 9 February 2010

    Asalamualikum…
    alhamdulilah puji syukur ya Allah akhirnya di beri kesempatan bisa komunikasi dengan cak nun!!
    cak…gimana caranya saya ketemu dg cak? kami ingin minta nasihat dari cak, ini tentang masa depan kami, yang smp saat ini blm juga mendapatkan restu dari orang tua kami karna kami berbeda status sosial, tolong bantu saya cak untuk meyakinkan kedua orang tua kami,
    kebetulan saya sekarang tinggal di jogja juga.
    semoga cak bisa membantu saya.
    wasalam…

    Reply

Leave a Reply