Deklarasi Damai Islam-Yahudi-Kristen

Posted by Redaksi22 December 2008 in News | 12 Comments
Indonesian Ambassador of the Heart

Indonesian Ambassador of the Heart

Suatu ‘Deklarasi Damai’ telah disepakati, dilahirkan dan ditandatangani oleh Driss el Boujoufi dari Badan Hubungan antara Kaum Muslim dengan Pemerintah Negeri Belanda (Contact Committee Muslims and Government), Dewan Gereja-gereja di Belanda, serta Awraham Soetendorp dari Serikat Kaum Yahudi Progresif (Dutch Union of Progressive Judaism) yang dahulu bernama Serikat Kaum Yahudi Liberal-Religius di Negeri Belanda. Secara resmi kesepakatan itu akan diumumkan 4 Januari 2009 dalam programma Siaran Muslim Negeri Belanda.

Secara khusus ketiga komunitas pemeluk agama-agama monotheism itu juga menyampaikan secara resmi kesepakatan mereka kepada Universitas Islam di Kairo. Sebagaimana diketahui Rektor Universitas Al-Azhar Cairo adalah “Al-Mufty”, pejabat moral tertinggi yang fatwa-fatwanya memiliki kedudukan dan pengaruh sangat kuat di samping otoritas politik kenegaraan Pemerintah Mesir. “Semua orang di Belanda membangun suatu masyarakat dengan terlibat dan saling bertanggung jawab atas baik dan buruknya keadaan”, demikian dinyatakan, “Agama, keyakinan, identitas dan pandangan hidup yang meskipun berbeda, namun dapat tolong menolong untuk membangun martabat, kebebasan, keadilan, kehormatan dan kesetiakawanan, yang merupakan nilai-nilai dasar kehidupan semua ummat manusia”.

Indonesian “Ambassador of the Heart”

Driss el-Boujoufi tokoh Kaum Muslimin Belanda dan Awraham Soetendorp pemuka Kaum Yahudi Belanda, di samping banyak tokoh Protestan dan Katholik, adalah dua tokoh yang berdialog dengan Emha Ainun Nadjib bulan kemarin tatkala KiaiKanjeng melakukan perjalanan ke Amsterdam, Denhaag, Zwolle, Leeuwarden, Deventer, Etten-Leur dan Rotterdam atas undangan Prostentante Kerk Netherlands (Dewan Gereja Protestan) selama tiga minggu.

Melakukan dialog kemanusiaan dan komunikasi kebudayaan di berbagai segmen dan lapisan komunitas masyarakat Belanda, Emha dan KiaiKanjeng menyebarkan berbagai terminologi Agama yang diuniversalkan sehingga menciptakan persambungan nurani antar manusia dengan Agama apapun. Memberi contoh nyaman dan amannya bekerja sama, serta menumbuhkan saling percaya untuk memandang ke depan. “Syarat utamanya adalah saling menyumbangkan sikap adil dalam semua urusan, dari politik global hingga soal panekuk alias apem Belanda”, kata Emha.

Dengan support musik lintas benua KiaiKanjeng, di berbagai wilayah masyarakat Belanda dibuktikan dalam komunikasi itu bahwa perdamaian dan kerjasama itu bukan hanya mungkin, tapi juga indah dan enak. Karena mengalami berbagai “keindahan” komunikasi kebudayaan dan kemanusiaan itu seorang Pendeta senior di Zwolle menyebut Emha “Ambassador of the Heart”.

Kesetiakawanan Global

Deklarasi bersama itu menyebut: “Damai adalah: Apakah kita bertindak secara adil? Bagaimanakah kita bergaul dengan orang lain, orang yang berpendapat lain orang yang berbudaya lain orang yang hampir tiada peluang?”

“Di tingkat internasional dijumpai masalah dan tantangan: hak-hak anak pengungsi, perdagangan wanita, politik kekuasaan, korupsi, perdagangan senjata, iklim. Damai terbit bilamana berbagai masyarakat bersama-sama membangun kesetiakawanan terhadap orang lain di negeri manapun yang martabatnya terancam”. [Progress/yk]

Tiny Url for this post: http://tinyurl.com/knjpnt

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

12 Comments

  1. Pangariwibowo  on 1 September 2009

    Tentang perdamaian yahudi,kristen,islam.Apakah setelah perdamaian itu tak ada lagi penindasan di palestina?

    Reply

    • Vandals  on 2 September 2009

      Sampeyan gimana to mas? Lha wong ini temanya perdamaian di BELANDA lha kok ngawur bin kesasar sampe Palestina?

      Sampeyan juga terlalu sinis. Kalo ibu sampeyan menyapu halaman, apa ada jaminan halamannya bersih? Bahkan ketika halaman sampai di lap, di pel, bahkan kalau perlu dijilati….

      Lha Emha dan Kyai Kanjeng cuma jadi sarana. Bukan TUHAN…. PALESTINA BUKAN BELANDA. Dan YAHUDI TIDAK HANYA ISRAEL….

      Reply

  2. condro  on 8 September 2009

    okey

    Reply

  3. cak abud  on 14 September 2009

    yap, yang penting itu tindakan, bukan basa-basi diplomasi, atau sinisme berlebihan. selalu akan ada jalan.

    Reply

  4. Muhammad Syuhud  on 28 September 2009

    Mudah mudahan ada jalan menuju roma dan jangan buntu menuju hulu. aamiiin

    Reply

  5. Heri  on 5 October 2009

    gimana cak cara dapetin MP3/ video jeramah njenengan..??

    matur sembah nuwun..

    Reply

    • Redaksi  on 6 October 2009

      Untuk produk MP3 tidak ada. Untuk produk kaset, buku, CD, VCD dan DVD silakan hubungi Progress:
      Jl. Wates km. 2,5 Gg. Barokah No. 287 Jogjakarta 55182 Phone/Fax : +62 274 618810

      Reply

  6. Ratri Dian  on 22 October 2009

    Subhanalloh…..
    Saluuut…saluuuut…
    Allohu akbar!!

    Reply

  7. Ibnu Murid  on 18 December 2009

    Ah andai pemimpin indonesia sekaliber Cak Nun…
    Ah andai SBY mau belajar kepada Cak Nun…
    Ah andai anggota legislatif mau belajar pada kearifan Cak Nun…
    Ah andai parpol-parpol berperan seperti yang selama ini dilakukan Cak Nun…
    Ah andai Cak Nun bersedia dan ditakdirkan memimpin negeri ini…

    Reply

  8. Olish Faris  on 21 January 2010

    setelah Gus Dur, masih ada Cak Nun… Alhamdulillah.

    Reply

  9. yadi  on 21 January 2010

    mari kita jaga satu-satunya yang tersisa….

    Reply

  10. Mas Adji  on 1 February 2010

    Alhamdulillah…Dunia ini masih memiliki seorang CN..Biarlah dunia tidak menganggap CN ada, tapi Allah Maha Melihat…Tetap istiqomah Cak..

    Reply

Leave a Reply