“Mabrur itu pelengkap penderita. Kata dasarnya adalah birr (kebaikan). Artinya, mabrur adalah orang yang diberi kebaikan tertentu,” demikian jelas Cak Nun mengawali uraiannya dalam acara Malam Halal Bil Bihalal dan Pelepasan Jama’ah Calon Haji RU VI Tahun 1430 H yang diselenggarakan oleh Pertamina Balongan Indramayu, 15 Oktober 2009 malam. Dalam kesempatan itu, Cak Nun hadir bersama kelompok musik gamlean KiaiKanjeng dan Novia Kolopaking.
Meneruskan pengertian tentang birr dan mabrur itu, Cak Nun menambahkan empat jenis kebaikan lagi, yaitu, khoir, ma’ruf, ihsan, dan sholeh. Semuanya berarti kebaikan, tetapi dalam konteks yang berda-beda. Khoir adalah kebaikan yang bersifat anjuran dan universal. Yang dilakukan orang dalam hal khoir adalah menganjurkan orang lain melaksankan khoir. Ma’ruf adalah kebaikan yang sudah menjadi aturan, sehingga diwujudkan, dibakukan, dan ditegaskan dalam bentuk peraturan, regulasi, undang-undang, dan lain-lain. Maka ma’ruf itu diperintahkan, bukan dianjurkan. Ihsan adalah kebaikan yang dikerjakan, meskipun sebenarnya tidak wajib. “Menaikhajikan karyawan oleh BUMN adalah satu bentuk ihsan,” begitu Cak Nun memberi contoh.
Sementara itu, sholeh adalah kebaikan yang sudah jadi atau terbukti terterapkan dengan baik. Sholeh adalah kebaikan yang sangat minimal kontraproduktifnya, karena sudah diperhitungan berbagai sisi dan keterkaitannya dengan faktor-faktor atau konteks-konteks lain. “Naik haji bisa tidak sholeh, kalau dilakukan tiap tahun….,” tutur Cak Nun.
Seterusnya Cak Nun memaparkan, “Birr itu itu bersifat mandiri. Banggalah Anda bisa memenuhi panggilan ke Baitullah. Ibu saya sejak dari Surabaya sampai ke Jeddah mengkhatamkan dua puluh enam juz Alquran. Empat juz sisanya diselesaikan di asrama haji. Begitu pula sebaliknya dalam perjalanan kembali ke tanah air dari Jeddah menuju Surabaya. Orang yang mendapatkan birr itu dimandirikan oleh Allah. Birr itu kebaikan yang sangat khusus. Naik haji mengantarkan seseorang mendapatkan puncak pengalaman intelektual, emosional, dan spiritual. Di sana, jangan masuk masjid tanpa membuka dan membaca Al-Quran. Pengalaman saya dan Mbak Via adalah selalu mendapatkan Surat yang sama ketika membaca Alquran di sana.”
Selain berbicara tentang haji, Cak Nun juga mengulas halal bihalal, dan untuk memperdalam niat halal bihalal itu, Cak Nun mengajak para hadirin yang terdiri atas jajaran pimpinan dan karyawan Pertamina Balongan itu untuk bersama melantunkan Ya Allah Ridho yang dipimpin oleh Yuli Astutik, vokalis KiaiKanjeng. Seturut dengan itu, Cak Nun mengajak para hadirin untuk kembali memahami pengertian dasar muslim dan mukmin. “Muslim adalah orang kata dan tindakannya membuat orang lain aman. Sementara itu, mukmin adalah orang yang kalau ada dia, orang lain menjadi aman hartanya, nyawanya, dan kehormatannya,” tegas Cak Nun. []
Tiny Url for this post: http://tinyurl.com/yj3bp94
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.











Bambang S on 19 October 2009
Terima kasih, Cak Nun. Penjelasannya mudah diterima dan memuaskan.
evan on 20 October 2009
cak kekarep ketemu karo jenengan,, tapi kok sungkan,, cak, suwun cak.. i love u full
Sun Maiyah BANGBANG Wetan Suroboyo on 28 October 2009
Iki sing tak gole’i
pengertian khoir, makruf Dkk..
suwun padhangmbulan…
========
oyaa….admin PB, nek ketemu pak Mustofa W. Hasyim, aku titip salam yoo… bilang aja dari surabaya, arek2 MAIYAH, BangBang wetan, Suroboyo.
Aku sing loro pas akhir acara, heheee,…. soale gak kuat nerimo akeh2 ilmu dari Pak Mustofa W.H.
aku kemarin di diklat pas di jombang.
kelling on 29 October 2009
cak tolong di tuban di jadwal ya minimal 3 bulan sekali acara diskusi dengan caknun tentang bangsa ini cak dan prilaku pimpinan di tuban sudah bener atau malah keblinger. biar mengugah semangat nasionalisme dan biar kami rakyat tuban tidak jadi asmuni, asbun, muna, takut wetenge lesu, takut dikukung dan biar kita agak sedikit kendel bila kami harus menghadapi dan di idek – idek yang katanya banyak orang penguasa.
Miftah on 30 November 2009
Gamblang dan mudah dipahami cak, aku selalu dalam antusias tinggi dalam menunggu esai-esaimu.
aan on 2 December 2009
Matur nuwun sanget. bisa jadi sangu kaweruh saat menunggu beliau-beliau pulang dari Mekah.
adoel on 2 December 2009
mbok y caknun pinarak an ten pekalongan to cak suwun
wak aris on 26 December 2009
madhangke ati, njembarake pikir. Matur suwun pitutur lan pituduhe.mugi2 kito sedoyo istiqomah ing margi kaleresan. amiin.
sutopo andheng andheng on 8 January 2010
cak nun masih ingat khan dg kami.kita pernah bareng dlm acara di batam thn 2003.cak saya minta jadwal maiyah di gresik atau di surabaya dalam waktu dkt ini.suwun.