Presiden Balkadaba

Posted by Redaksi4 June 2009 in News | 26 Comments

Balkadaba

Kali ini Emha Ainun Nadjib dan Gamelan Kiai Kanjeng telah mempersiapkan pagelaran musik-puisi berjudul ‘Presiden Balkadaba’. Rencananya pertunjukan jenis puisi bertutur dengan iringan musik ini akan dipentaskan di Gedung Utama Balai Pemuda, Jl. Gubernur Suryo 15 Surabaya, selama dua hari, 9 – 10 Juni 2009. Pagelaran yang sama juga akan digelar kembali di Gedung Kesenian Jakarta tanggal 20 Juni 2009 dalam rangka Anniversary Festival VII – 2009.

Anda pasti bertanya apa itu balkadaba? Balkadaba adalah salah satu binatang yang ikut serta masuk dalam rombongan perahu Nabi Nuh untuk berlindung dari banjir besar akibat pencairan kutub selatan yang kemudian mengubah dataran sangat luas dari timur Afrika hingga Papua menjadi archipelago atau kumpulan ribuan pulau-pulau. “Iblis, makhluk Tuhan yang sangat dahsyat kekuatan dan kemampuannya, serta yang penuh rahasia dan kontraversi tugas-tugasnya, diam-diam menyelundupkan dirinya ikut masuk ke perahu Nabi Nuh dengan ‘gandholan’ di ekornya Balkadaba,” terang Cak Nun.

  1. “….Aku Balkadaba
    Aku mengurai diri jadi kristal
    Aku bertopeng cahaya palsu
    Kupompa teknologi menuju budaya tanpa kecerdasan
    Kristalku memancar melalui gelombang
    Memecah pikiran manusia sampai terkeping-keping
    Menyeret hati mereka ke ruang-ruang gampa
    Membanting jiwa manusia hingga terputus saraf-sarafnya….”
  2. “….Aku berpesta pora
    Bersama kerumunan manusia
    Yang mripatnya telah tiba pada kesanggupan yang terendah dan hina
    Yakni melihat hanya beberapa warna yang paling sederhana
    Serta membaca kekerdilan angka-angka
    Akulah Balkadaba, kupecah diri jadi jutaan kadal-kadal
    Menelusup di balik rerumputan, berhijab rimbun dedaunan
    Kadal-kadalku mengepung rumahmu
    Menyandera tanah, air dan pepohonanmu
    Kadal-kadalku menyamar jadi berbagai jenis binatang dan manusia
    Aku hadir dan menguasai pasarmu, tanpa bisa kau perhatikan
    Kadal-kadalku datang untuk kalian remehkan
    Karena meremehkan adalah awal mula kekalahan
    Kadal-kadalku berkeliaran supaya tak kalian perhitungkan
    Sebab tak dihitung orang adalah modal utama kemenangan
    Aku memenuhi bumi agar terlupakan
    Aku menguntit ke manapun langkah kalian
    Kutandai jalan peradaban kalian yang membentang
    Yang segera berujung di gerbang kehancuran….”
  3. “….Tak perlu habiskan waktu memperdebatkan neo-liberalisme. Itu barang lawas, resminya sejak Kultuurstelsel kerja paksa 1830-1870, cuma sekarang caranya sangat canggih, halus dan tidak kentara. Modal utamanya adalah kebodohan rakyat, yang setiap zaman dibikin lebih bodoh dan lebih bodoh lagi: sejak Van de Venter datang dengan politik etis, hingga foundation jaman sekarang. Uang hasil perampokan global disisihkan 1-2% untuk biaya pura-pura menolong rakyat kecil. Negara itu papan nama omong kosong, apalagi kalau Pemerintahnya hanya menjadi makelar modal internasional, sehingga memilih pejabat-pejabatnya berdasarkan kepentingan itu….”

Pagelaran puisi-musik “Presiden Balkadaba” ini diselenggarakan Progress Yogyakarta kerjasama dengan Dewan Kesenian Surabaya, Forum Bangbang Wetan, Gedung Kesenian Jakarta dan Komunitas Kenduri Cinta Jakarta.

Yogyakarta, Juni 2009

Tiny Url for this post: http://tinyurl.com/mx3387

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

26 Comments

  1. Jauhari  on 23 July 2009

    Keren ndak sabar menanti

    Reply

  2. Rudi P.  on 25 July 2009

    Acarane wes lewat mas…. Piye to?

    Reply

  3. lukman  on 9 August 2009

    kapan emha ke bandung yaa???

    Reply

  4. refa  on 11 August 2009

    Indah sekali.
    Sejak dahulu saya selalu lapar dengan tulisan Cak Nun, meski kurang bisa meresapi pagelaran teaternya.
    Mohon ijin link ke situs ini ya…

    Salam takzim dan hormat selalu.

    Reply

  5. olink  on 16 August 2009

    menanti show di lampung..????

    Reply

  6. evanahdly  on 28 August 2009

    kapan ya cak nun di bumi etam……

    Reply

  7. Ibnu Hajar  on 30 August 2009

    Bagus…. Good….. I love you… fulll.

    Reply

  8. Cak Sun Belajar menjadi manusia,  on 7 September 2009

    Salam MA’IYAH dari BangBangWetan Suroboyo…

    semoga cak nun diberi umur yg panjang. amiiin….

    salam cak sun

    Reply

  9. cak abud  on 13 September 2009

    sekali penjajah tetap penjajah, dan mereka tak pernah tidur…

    Reply

  10. hakim  on 16 September 2009

    mbok kiai kanjeng mampir tegal toh???

    Reply

    • Redaksi  on 17 September 2009

      KiaiKanjeng datang kemanapun berdasarkan kebutuhan dengan mengedepankan nilai-nilai sosial sejati dan nurani. Kalau Anda merasa butuh, silakan dipersiapkan semuanya dan undang KiaiKanjeng ke kota Anda.

      Nuwun.

      Reply

  11. soraya  on 16 September 2009

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu..

    cak nun kapan ya ke riyadh??? saya baru mengikuti via youtube tentang maiyah

    mashaAllah bagus banget dan sangat menginspirasi..

    Reply

  12. yindra  on 25 September 2009

    di mana ada kyai kanjeng, di situ ada kesejukan.
    terima kasih untuk percik embun yang mendamaikan

    Reply

  13. awannada  on 11 October 2009

    dear redaksi…

    kira2 apa saja yg perlu kita siapkan tuk kedatangan kiaikanjeng, termasuk dari sisi budget… boleh dapat gambarannya nggak…??? saya berdomisili di Jambi….

    Reply

  14. HAMID  on 15 October 2009

    ON THE NAME OF ALLAH”EMHA I MISS YOU SO MUCH”. SOLO,SURAKARTA

    Reply

  15. obink  on 11 November 2009

    CN….kami rindu wajahmu…..engkau yang mengenalkan kami pada figur teladan, yang mengajarkan manusia menuju ke alam yang bercahaya…di tengah kehidupan yang gelap gulita…salam untuk klrg maiyah..wassalam:-)

    Reply

  16. Matuhan  on 17 November 2009

    Karena Indonesia milik bersama dan korupsi pun milik kita bersama; Kita galang Gerakan Cinta Pejabat (GERANAT). Biar dapet ‘bagian’ gitu lho…. Bgm redaksi..?

    Reply

  17. mifta  on 19 November 2009

    presidennya saja balkadaba apalagi menteri-menterinyanya….pasti abal-abal, kapan nusantara punya presiden manusia?

    Reply

  18. swiss winnasis  on 25 November 2009

    walah..wes lewat to cak?

    Reply

  19. Pelajar  on 10 December 2009

    Apik tenan musik e, sing enek dj ne kwi lho, karo gitar melodi. Keren…

    Reply

  20. peNgembara  on 14 December 2009

    Cak, pie kabare?…..
    apik tenan grup musik seng pean garap
    kompak, dan sehati
    kapan mengirimkan delegasinya, buat ngajari bocah blitar dulinan music.

    Reply

  21. Darmawan  on 11 January 2010

    Smoga orang2 macem CN,slalu d brkan kshatan dan umur panjang.ilove you full..caknun,darmawan alhanif.lampung

    Reply

  22. Darmawan  on 11 January 2010

    Assalamu’alaikum,cak untuk bs menembus batas kados njenengan,piye carane to? Nuwon,wasalam

    Reply

  23. husen  on 17 February 2010

    assalmualaikm,,,,cak..
    badhe nunut aspirasi,,

    tolong presiden balkadaba diajak maiyahan,,
    supaya lebih akrab lagi ama iblis dan kawan-kawan,,

    Reply

Leave a Reply