Opini
Mbah Maridjan dan Mbah Ronggo
Ditulis oleh Maryono | Kamis, 29 November 2007 17:17 di Esai

ADA 'bara' yang menggelisahkan dalam jagat pendidikan, pro-kontra pornoaksi, aneka peristiwa dalam jagat politik dan kebudayaan, keadilan yang melelahkan.

 
Tuhan Dan Malaikat Saja Bershalawat
Ditulis oleh Arif Budiono (Mahasiswa Pascasarjana IIQ Jakarta) | Selasa, 13 November 2007 20:27 di Esai

SERINGKALI CAK NUN dan Kyai Kanjeng - atau bahkan siapa saja - setiap kali mau melantunkan shalawat membaca ayat ini: Innallaha wa malaikatahu yusalluna 'alannabi ya ayyuhalladzina amanu shallu alaihi wasallimu taslima. Artinya, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Q.S. al-Ahzab: 56).

 
Pintu, Maiyah bukan Mazhab
Ditulis oleh DS. Nugroho | Jumat, 02 November 2007 07:54 di Esai

"Sing tak pengini kowe teko mrene iku mung siji, kowe biso duwe pikiran sing bening, lan ati sing resik. Yen kowe wis biso koyo ngono, kuwi pek’en kabeh aku ora arep njaluk", ungkap Cak Nun di penghujung acara Mocopat Syafaat. Atau kira-kira dua tiga kali kedatangan saya di mocopatan, sebelum pemikiran tentang maiyah. Ungkapan tersebut seperti magnet yang terus menerus menarik diri ini untuk senantiasa datang dan hadir di dusun Jetis, Kasihan Bantul.

 
Perlu Warna Yang Jelas
Ditulis oleh Maryono | Kamis, 01 November 2007 19:19 di Esai

Sedemikian gemasnya menyaksikan kebudaan hidup yang semakin tidak bermutu, banyak orang setidaknya dikalangan jamaah maiyah menginginkan agar Cak Nun yang menjadi presiden.

 
Sampai Kapan Cak Nun Menjadi Makmum?
Ditulis oleh Isman | Sabtu, 27 Oktober 2007 18:03 di Esai

Hanya satu pesan singkat yang masuk ke HP saya ketika saya menulis artikel Merelakan Cak Nun untuk Negeri. Saudara itu adalah Mas Muhammad Ridha, seorang dosen di Universitas Al Islam, Sorong, Papua. Beliau dan saya kemudian sepakat untuk berdoa agar jika memang tidak ada orang yang lebih baik lagi maka segeralah Cak Nun diangkat Allah menjadi imam di negeri ini. Entah karena sihir, linglung atau memang karena kami bodoh maka kami berdoa seperti itu.